KEKUATAN SUGESTI

Slogan “You can if you think you can”, “Kamu Bisa!”,  dan yang sejenisnya merupakan slogan-slogan
yang sangat bagus, penuh sugesti, penuh semangat, penuh harapan, penuh motivasi, optimistik, dan
memiliki daya dorong yang kuat. Allah SWT, Sang Pencipta manusia pun berfirman dalam hadits qudsy,
“Aku seperti apa yang disangkakan oleh hamba-Ku terhadap-Ku, jika dia menyangka baik, maka Aku akan
baik, tetapi jika dia menyangka-Ku buruk, maka Aku akan buruk baginya...” Untuk itulah para orang bijak
seringkali menasehatkan agar kita senantiasa berbaiksangka.
Berikut adalah sebuah cerita yang dipetik dari sebuah buku – yang saya lupa judul buku dan
pengarangnya – tentang kekuatan sugesti dalam penyembuhan.
Kondisi seorang pasien kanker di suatu rumah sakit di Amerika semakin buruk, pikirannya sudah
dipenuhi prasangka pesimis – berdasarkan apa yang selama ini dia ketahui  – bahwa kanker yang
dideritanya tidak bisa disembuhkan. Yang nampak di mata si pasien hanyalah satu jalan, yaitu jelan menuju
kematian.
Dokter ahli yang menanganinya sudah kewalahan, karena berbagai terapi yang dilakukannya
terpatahkan oleh keputusasaan si pasien.
Suatu hari, Si pasien berapi-api memanggil sang dokter dan menceritakan bahwa baru saja dia
menyaksikan sebuah iklan di televisi tentang suatu obat yang sangat hebat, khasiat obat tersebut dapat
menguatkan sel-sel tubuh yang lemah dan mempercepar proses regenerasi sel-sel baru menggantikan sel-
sel tubuh yang rusak. Obat itu dipercaya sangat ampuh mengobati kanker. Dengan sebuah harapan baru
untuk bisa sembuh dari kankernya, pasien tersebut memaksa si dokter untuk menggunakan obat yang
diiklankan di televisi tersebut.
Si Dokter yang tidak bisa berkata apa-apa lagi terpaksa memenuhi permintaan si pasien. Ajaibnya,
setelah beberapa kali menggunakan obat baru tersebut, kondisi si pasien berangsur membaik dengan laju
yang mencengangkan, sehingga akhirnya si pasien diperkenankan pulang ke rumahnya setelah dipastikan
bahwa kankernya sudah ‘mati’.
Sayangnya, tak lama setelah si pasien itu kembali ke rumah, tersiarlah berita di televisi bahwa obat
temuan baru tersebut ternyata hanyalah sebuah serum untuk kuda dan belum bisa
 
Hal 9 dari 48 Hypnoteaching
dipertanggungjawabkan khasiatnya terhadap manusia. Spontan setelah mendengar berita tersebut, si
pasien terjatuh dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani opname terapi terhadap
kankernya yang tiba-tiba ‘hidup’ kembali.
Dokter yang menanganinya dengan tenang mendatangi si pasien, “Jangan khawatir, saudara! Aku
sudah menemukan obat yang jauh lebih manjur daripada serum kuda tersebut. Aku sangat yakin bahwa
obat yang aku temukan tersebut akan segera menyembuhkanmu.”
Dokter tersebut menyuntikkan sebuah serum bening, dan setelah beberapa hari saja si pasien tersebut
kembali ke rumah dengan segar.
Penasaran dengan serum yang digunakan oleh si dokter, anak sulung si pasien bertanya kepada dokter
tentang serum. Setelah si dokter meminta kepada sang anak untuk tetap merahasiakan kepada orang
tuanya, dokter tersebut memberitahu bahwa serum yang digunakan hanyalah sebuah air murni, tidak ada
setetespun unsur obat yang dicampurkan. Rahasia kesembuhan orang tuanya adalah keyakinan dan
sugesti.
Jika cerita di atas dipetik dari sebuah buku, maka cerita kedua berikut adalah kisah nyata dari seorang
kawan guru senior yang kini sudah pensiun setelah mengakhiri karirnya sebagai pengawas pendidikan.
Saleh (bukan nama sebenarnya) yang saat itu masih menjadi pengawas pendidikan dan mengidap
hypertensi akut mendapat tugas untuk mengikuti sebuah pelatihan pendidikan tingkat provinsi bersama
Herman (juga bukan nama sebenarnya) yang saat itu masih aktif sebagai guru.
Pada kesempatan makan malam menjelang pembukaan pelatihan, Saleh bertanya kepada Herman
tentang jenis daging yang menjadi bahan utama menu makan malam. Herman yang sudah mengetahui
bahwa Saleh mengidap hypertensi akut menjawab dengan enteng, “Daging sapi.”
Mereka berdua makan dengan lahap, kemudian mengikuti pembukaan pelatihan, dan selanjutnya
tidak ada sesuatu yang istimewa.
Setelah dua hari pelatihan, secara tak sengaja Saleh mendengar obrolan beberapa orang peserta
pelatihan tentang nikmatnya menu makanan sebelum pembukaan pelatihan. Tiba-tiba salah seorang yang
ikut mengobrol tersebut berkata, “Sop kambing muda memang sangat sedaaap...”
Saleh yang teringat bahwa dia pun menikmati sop kambing tersebut seketika terjatuh. Peserta
pelatihan membawanya ke pos kesehatan yang segera merujuk ke rumah sakit terdekat, karena tekanan
darahnya sangat tinggi.
Saleh terjatuh, hypertensinya kambuh dalam hitungan detik oleh sugesti yang sangat kuat tertanam
dalam jiwanya bahwa daging kambing adalah pemicu yang sangat kuat bagi hypertensi.
Dua cerita di atas adalah bukti kekuatan sugesti bagi manusia.
 
Adakah kekuatan sugesti ini pernah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan? Dimana seorang siswa
yang merasa kurang pandai disugesti sedemikian rupa sehingga berhasil menjadi siswa pandai? Dimana
siswa yang sudah putus asa menghadapi ujian disugesti sedemikian rupa sehingga akhirnya berhasil lulus
ujian? Sumber PaGI (Padepokan Guru Indonesia)

Sumber: Buku Hypnoteaching Karya = Komunitas Guru Kreatif (Creativity Teaching Community) CREATACCOM  2014